Timor Tengah Utara Dan Pilkada Di TTU

Timor Tengah Utara Dan Pilkada TTU
Pilkada Timor Tengah Utara Dan Perancangan Saksi Palsu Yang GAGAL

Timor Tengah Utara, Wilayah Kabupaten Yang Masih Hangat Dengan Masalah Seputar Pilkada Timor Tengah Utara ( TTU ) .. Aksi Demo Telah Berakhir .. Pasca Penetapan Pleno Perhitungan Suara Hasil Pilkada Timor Tengah Utara Oleh KPUD Timor Tengah Utara Yang Menetapkan Pasangan Paket DUBES, Sebagai Paket Peserta Pilkada Yang Memiliki Perolehan Suara Terbanyak Mengungguli Ke – 4 Paket Lainnya .. Riak – Riak Politik Di Timor Tengah Utara, Kembali Lagi Dikotori Oleh Oknum Polisi Yang Membongkar Gudang Logistik KPUD TTU, Tempat Penyimpanan Kotak Suara Pilkada TTU 2010 Yang Mungkin Menganggap Dirinya Adalah Sosok DEWA Di Timor Tengah Utara Ini. Sebuah Penghinaan Terhadap Kehormatan Berdemokrasi Di Timor Tengah Utara Dilakukan Oleh Oknum Yang Selalu Bercerita Tentang Mengayomi Masyarakat.

Masalah Demo Dan Pengungkapan Rasa Ketidakpuasan Dari Paket – Paket Yang Secara Definif Telah Dikatakan Kalah Dalam Jumlah Perolehan Suara Pilkada TTU Yang Lalu, Adalah Bagian Lain Dari Bentuk Penggunaan Hak Politik Mereka, Dan Siapapun Wajib Menghormatinya. Namun Ketika Rasa Ketidakpuasan Yang Kemudian Menyebabkan Kita Sebagai Manusia, Secara Sadar Harus Merendahkan Martabat Kita Sendiri Dengan Menghalalkan Segala Cara Agar Keinginan Kita Dapat Tercapai. Bukan Saja Kehilangan Harga Diri Lantaran Kelicikannya Diketahui, Namun Lebih Dari Itu Adalah Mengorbankan Orang – Orang Yang Tidak Bersalah Sebagai Korban Keadaan Demi Keegoisan Diri Pribadi.

Adalah Penuturan Dari JASHINTA QUEFI ( Jashinta Kefi ) Yang Dikenal Dengan Nama Shinta Sebagai Nama Panggilan Sehari – Hari Dari Gadis Ini, Yang Kami Ceriterakan Kembali Saat Diambil Keterangannya Di POLRES Timor Tengah Utara Pada Hari Ini Hari Sabtu ( 30 Oktober 2010 ), Mulai Dari Pukul 20.35 Wita Sampai Dengan Berakhir Sekitar Pukul 24.00 Wita, Terkait Dengan Rencana Untuk Menjadikan Dirinya Sebagai Salah Seorang Saksi Palsu Paket Manis Dalam Kasus Gugatan Kecurangan Pada Pilkada Timor Tengah Utara Yang Diajukan Oleh Drs.Gabriel Manek.MSi Ke Mahkamah Konstitusi ..

Jashinta Quefy ( Baca Kefi ) Adalah Puteri Ke-5 Dari 6 Orang Bersaudara Anak Dari Pasangan Almarhum Bapak Fransiskus Kefi Dan Ibu Marselina Abi Yang Pernah Tercatat Sebagai Siswi SMPK Santo Antonius Oecusse Setelah Menamatkan Pendidikan Sekolah Dasarnya Dari SDK Benus. Tamatan Dari SMA Negeri Palaban Oecusse Pada Tahun 2007 Yang Sekarang Ini Adalah Mahasiswi Semester VII Jurusan Manajemen Pada Fakultas Ekonomi Universitas Timor ( UNIMOR ) Kefamenanu.Menuturkan Tentang Adanya Arahan Agar Dia Siap Untuk Menjadi Saksi Dalam Memberikan Keterangan Palsu Tentang Status Kewarganegaraannya Sebagai WNA, Selain Juga Harus Memberikan Pernyataan Bahwa Sebelum Hari Pemungutan Suara ( 11 Oktober 2010 ) Dia Selalu Dipaksakan Oleh Tim – Tim Dari Paket DUBES Untuk Mencoblos Paket Nomor 4 Yang Adalah Nomor Pemilihan Dari Paket DUBES.

Kejadian Ini Bermula Dari Kedatangan Moses Usfinit, Yang Adalah Tenaga Honorer Pada Dinas Peternakan Kabupaten Timor Tengah Utara Pada Tanggal 25 Oktober 2010 Sekitar Pukul 17.00 Wita Dengan Didampingi Oleh Charles Yang Adalah Orang Yang Dipercaya Untuk Menjaga Kompleks Kost – Kostan Milik Drs.Gabriel Manek.MSi, Di Kompleks BTN Wilayah Desa Naiola Yang Tidak Lain Adalah Kost Yang Ditinggali Oleh Jashinta Quefy.
Setelah Berbasa – Basi Sejenak Memperkenalkan Diri Kepada Shinta, Moses Kemudian Menanyakan Tentang Ijazah Dari Shinta Apakah Ijazah SMA-nya Sudah Dia Ambil Dari Rumah Orang Tuanya Di Benus, Yang Dijawab Oleh Shinta Bahwa Dia Tidak Memiliki Waktu Untuk Mengambilnya. Pertanyaan Tentang Ijazah Dari Moses Tadi Mengingatkan Shinta Akan Kejadian Hari Sebelumnya (24 ktober 2010 ) Ketika Shinta Juga Didatangi Oleh Orang Yang Juga Tidak Dia Kenal, Yang Banyak Bertanya Mencari Tahu Identitas Dan Kewarganegaan Dari Gadis Dan Menyarankannya Untuk Mengambil Ijazah SMA Miliknya Dari Rumahnya Di Benus.

Tak Lama Kemudian Moses Pun Meminta Jashinta Untuk Bersiap Untuk Diantarkan Oleh Moses Pergi Mengambil Ijazah SMA Tamatan SMA Negeri Palaban Oecusse Miliknya Yang Disimpan Di Rumah Orang Tuanya Di Desa Benus. Setelah Semuanya Siap, Keduanya Pun Segera Meninggalkan BTN Menuju Benus Dengan Menggunakan Sepeda Motor Yang Dibawa Oleh Moses Tadi. Sesampainya Di Perempatan Toko Tulip, Moses Membelokan Arah Motornya Dan Membawa Shinta Menuju Ke Rumah Jabatan Bupati Timor Tengah Utara.

Shinta Bersama Moses Yang Membawanya Tadi Kemudian Masuk Kedalam Ruang Tamu Rumah Jabatan Setelah Dipersilahkan Masuk Oleh Pak Gab. Dalam Percakapan Dengan Pak Gab Manek, Shinta Mengatakan Kalau Pertanyaan Yang Diberikan Kepadanya Masih Juga Seputar Masalah Kewarganegaraanya. Pada Saat Shinta Menceritakan Tentang Asal Usulnya Yang Berasal Dari Benus, Pak Gab Mengatakan “Kalau Begitu Kamu Masih Saya Punya Anak Juga”. Setelah Itu Shinta Pun Dipersilahkan Untuk Makan Dulu Sebelum Pergi, Sambil Menunggu Mobil Avansa Yang Akan Mengantarkannya Pergi Mengambil Ijasahnya Di Rumah Orang Tuanya Di Desa Benus.

Sepanjang Perjalanan Menuju Desa Benus, Diatas Mobil Avansa Tersebut, Moses Mengarahkan Shinta Agar Nanti Membuat Pernyataan Bahwa Dia Adalah Warga Nagara Asing ( Timor Leste ) Yang Dimobilisasi Oleh Paket DUBES Untuk Mengikuti Pencoblosan Di Salah Satu TPS Di Wilayah BTN, Dan Harus Juga Membuat Pengakuan Bahwa Dia Telah Ditekan Oleh Tim – Tim DUBES Untuk Mencoblos Tanda Gambar Nomor 4 Yang Adalah Tanda Gambar Milik Paket DUBES Pada Pilkada Yang Lalu, Hal Ini Masih Saja Berlangsung Ketika Mereka Sampai Di Kediaman Orang Tua Dari Jashinta Quefy Di Desa Benus. Ketika Berada Dirumah Orang Tua Dari Jashinta Quefy, Moses Juga Selalu Membujuk Jashinta Quefy Disaksikan Oleh Ibu Dari Jashinta Quefy Dan Martinus Kefi Yang Adalah Kakak Kandung Jashinta Quefy Dan Kakak Iparnya, “Seandainya Pak Gab Menjadi Bupati, Pastilah Shinta Akan Diperhatikan Oleh Pak Gab Dan Akan Dijadikan Pegawai Negeri Sipil”, Ujar Moses Berusaha Meyakinkan Shinta Agar Tidak Perlu Khawatir Dengan Apa Yang Akan Dilakukannya Dengan Menjadi Saksi Nanti.
Setelah Mengambil Ijazah Jashinta Quefy, Mereka Bertiga Bersama Supir Pun Segera Berpamit Untuk Pulang Ke Kefamenanu. Sesampainya Dirumah Jabatan, Jashinta Quefy Kemudian Menyerahkan Ijazah SMA Miliknya Langsung Ke Tangan Drs.Gabriel Manek.MSi. Kemudian Pak Gab Menyuruh Untuk Mengantarkan Shinta Kembali Ke Tempat Kost Miliknya Di BTN.

Setelah Kejadian Malam Itu, Gadis Kelahiran Nipani ( Oecusse ),02 Juli 1985 Ini Pastilah Akan Selalu Dihubungi Oleh Moses Melalui Telepon Genggam Miliknya Yang Isinya Masihlah Berupa Kata – Kata Menguatkan Bahwa Apa Yang Akan Dia ( Jashinta Quefy ) Lakukan Adalah Yang Terbaik Untuk Dirinya nanti, Dan Mengingatkan Tentang Balas Jasa Yang Pasti Nanti Akan Dia Terima Dan Bahwa Semua Keperluannya Pergi Ke Jakarta Nanti Telah Dipersiapkan. Namun Hal Yang Kemudian Membuat Hati Gadis Ini Kemudian Menjadi Was-was Dan Selalu Tidak Tenang Adalah Arahan – Arahan Agar Membuat Kesaksian Palsu Tentang Status Kewarganegaraannya Dan Tentang Keharusannya Membuat Kesaksian Telah Mendapatkan Intimidasi Dari Tim Paket DUBES Agar Mencoblos Tanda Gambar No 4 Yang Adalah Sama Palsunya. Moses Masih Menghubunginya Sampai Dengan Tanggal 30 Oktober 2010 Pukul 12.50 Wita Yang Masih Sempat Diperlihatkan Kepada Kami Pada Daftar Register Panggilan Masuk Handphone Sony Ericsson Miliknya. Dalam Pembicaraan Itu, Moses Mengatakan Bahwa Semuanya Telah Dipersiapkan Termasuk Pasport Miliknya. Namun Nurani Gadis Ini Ternyata Berkata Lain, Kepolosannya Memaksanya Untuk Memberi Kesaksian Lain.

Jashinta Quefy, Masih Memiliki Kesetiaan Berbakti Dengan Hati Nurani ..
Apakah Anda Juga Masih Cinta Akan Tegaknya Keadilan Di Timor Tengah Utara?
Ataukah Anda Juga Hanya Akan Menjadi Rajawali – Rajawali Bersayap Patah Yang Helai Bulunya Terlalu Sombong Bercerita Tentang Kepakan Sebagai Penjaga Demokrasi Di Timor Tengah Utara?

25 responses to this post.

  1. Posted by Anton on 31 Oktober 2010 at 09:40

    Sudah khbisan akal rupanya. makin ngawur saja. bnyk kjadian yg tdk trungkap krena saksi pasti tkut. kjam

    Balas

    • Itulah Bung Anton ..
      Perlindungan Hukum Di Indonesia Bukan Berita Baru Lagi Kalau Lemah Melindungi Saksi, Pelaku Kecurangan Saja Masih Bisa Dibebaskan. Namun Yang Perlu Kita Cermati Adalah Keberanian Pelapor, Patut Ditiru Agar TTU ini Bisa Maju ..
      Dan Biarlah Masyarakat Sndiri Yang Menilai Seperti Apa Pimpinan Yang Ditawarkan Kepada Mreka Pilkada TTU 2010 Lalu ..
      Saya Juga Kehilangan Akal Membaca Kembali Berita Ini ..
      Kok Bisa?
      Ujung – Ujungnya Kan Rupiah Juga, Setan Aja Masih Takut Kehilangan Duit, Apalagi Manusia ..

      Balas

  2. Posted by Agnes on 31 Oktober 2010 at 09:42

    Wkt kmpanye slalu bilang siap kalah mnang, pdhal ktakutan bnget kalo kalah. ga bisa dipercaya janjinya. untunglah Dubes yg menang.

    Balas

    • Mayoritas Masyarakat Timor Tengah Utara Sudah Bijak Dalam Berpolitik ..
      Hal Ini Dibuktikan Dengan Kemenangan DUBES Pada Pilkada Lalu ..
      Kalau Soal Menang, Semuanya Pasti Siap ..
      Tetapi Berbicara Kekalahan .. Ha Ha .. Nanti Dulu
      Semoga TTU Menjadi Lebih Memiliki Pejabat – Pejabat Yang Menghargai Nilai Kemanusiaan Selama Lima Tahun Ke Depannya Nanti ..

      Balas

  3. Posted by Bule on 31 Oktober 2010 at 09:44

    Sadis amat tujuan dan caranya. tlg dijaga yg mlaporkan, polisi saja trang2xan gt memihak mreka, memalukan sj msih ada polisi yg digaji untk jdi penjilat. memalukan

    Balas

    • Yang Melakukan Pembongkaran Tersebut Adalah Oknum ..
      Cuma Menjadi Terlihat Seperti Ga Bisa Diurus Saja Sama Pimpinannya ..
      Banyak Oknum Yg Merasa Memiliki Pangkat Lantas Seenaknya Saja Bertingkah Laku Di TTU Ini ..
      Yang Masih Honor Saja Bertingkah Seperti Pejabat ..
      Padahal Masih Banyak Pengangguran Berbakat Yang Tidak Dipakai Karena Jumlah Penerimaan Yang Terbatas, Dan Terbanyak Mengandung Unsur KKN ..
      Maunya Sih Dia Dipecat Saja ..

      Balas

    • Itulah Kalau Menjadi Politikus Karena Tujuan Tertentu ..
      Keberpihakan Bukan Kepada Rakyat Malah Kepada Dompet Dan ATM Nya ..
      Semoga Bisa Diusut Sampai Tuntas, Jangan Mentah Melulu ..
      Akhirnya Masyarakat Akan Melihat Hal Ini Sebagai Kesalahan Korps Yang Tidak Becus Dalam Membekali Anggotanya ..
      Padahal Yang Melakukan Bukan Atasnama Korps, Melainkan Pribadi ..
      Butuh Ketegasan Dalam Kasus – Kasus Seperti Ini ..

      Balas

  4. Posted by Candra on 31 Oktober 2010 at 09:46

    Itulah akibat pke duit sebagai tim sukses, alias money politic. kalo kalah jadinya kyk kerasukan gtu. proses sampai tuntas

    Balas

    • Resiko Bermain – Main Dengan Rupiah Saat Pilkada Ya Seperti Ini ..
      Kalah Politik Banyak Yang Tercampakan Dari Hidup Kita ..
      Kadang Melihat Batu Yang Berbentuk Aneh Saja, Seolah Sedang Mengetawai Kekalahan Kita ..
      Belum Lagi Kalau Banyak Menggunakan Uang Untuk Membeli Suara ..
      Masih Nekat Juga Bermain – Main Dengan Rupiah Yang Cenderung Tidak Stabil ..
      Ha Ha Ha ..

      Balas

  5. Posted by Dewa on 31 Oktober 2010 at 09:50

    Saya dipanggil Dewa, tapi bukan kyk dewa kesiangan yang bobol kpud. Katanya perwira, bukan cma buta aturan, apa tdak tkut dia kalo rakyat juga pegang snjata bebas. Saksinya harus dijaga ya untuk ksus diatas, jgn mengharap undang-undang perlindungan saksi.

    Balas

    • Itulah Permasalahan Utama Negeri Ini ..
      Pejabat Yang Sebenarnya Adalah Sosok Yang Bertanggung Jawab Bagi Banyak Perut Yang Masih Keroncongan Dan Bagi Banyak Rumah Yang Masih Mendapatkan Teror Dan Intimidasi ..
      Tapi Di Republik Ini, Pejabat Malah Paling Banyak Dimintai Pertanggung Jawaban, Yang Katanya Sih Karena Kelalaian Mereka ..
      Lalai Satu Dua Kali Sih Tidak Masalah, Kalau Lalai Jadi Sebuah Agenda? ..
      Ada – Ada Saja, Semoga Kasus Ini Bisa Dituntaskan, Jangan Yang Malak – Malak Di Jalanan Dimasukan Penjara, Perwira Mereka Sndiri Bertingkah Lebih Dari Preman Dan Maling ..

      Balas

  6. Posted by Frida on 31 Oktober 2010 at 09:53

    Yg lapor itu teman kami, dia kelihatan menjadi lain brapa hari ini. trnyata ini yg terjadi. acungan jempol buat kbranian shinta. kasus oknum polisi itu, kalo perlu pecat sja, daripada massa Dubes yg menghakimi dia nanti. Hdup Dubes

    Balas

    • Butuh Banyak Shinta Di Timor Tengah Utara Ini ..
      Masih Banyak Kasus Yang Belum Dilaporkan Karena Rasa Takut Yang Menghinggapi Para Saksi ..
      Saya Juga Setuju Biar Dia Dipecat Dan Mungkin Yang Menggantikan Nanti Non Frida Saja .. Setuju???
      Ha Ha Ha ..

      Balas

  7. Posted by Gaby on 31 Oktober 2010 at 09:56

    Polisi sekarang tidak ada yg cinta keadilan, pikiran mreka cuma duit mlulu. Gaji sudah gede, masih ga puas juga. pecat saja tuh polisi. Salut buat kbranian Shinta, btuh bnyk org berani di ttu. bravo Dubes

    Balas

    • Makin Banyak Kekecewaan Rakyat Terhadap Aparat Yang Dalam Hal Ini Adalah Sebagai Oknum ..
      Namun Jika Tidak Bijak Disikapi Oleh Para Petingginya, Maka Lambat Laun Yang Menanggung Getahnya Adalah Korps ..
      Mungkin Saja Masih Banyak Moses – Moses Yang Berkeliaran Dengan Tingkah Laku Yang Sama ..
      Sayang Jika Hal – Hal Busuk Seperti Ini Tidak Diungkap ..
      Dengan Mengungkapnya Akan Menekan Kemungkinan Terulangnya Kasus Yang Sama Diwaktu – Waktu Mendatang ..

      Balas

  8. Posted by Hasan on 31 Oktober 2010 at 09:59

    kasus ini harus diusut sampai tuntas, biar rakyat menjadi mengerti tntang perlindungan bagi mreka jika brani mlaporkan kcurangan pilkada. Dan pelakunya harus diusut sampai ke otak pelaku yg sbnarnya. manisnya sudah habis, cuma tggal semutnya. he30x

    Balas

    • Kita Semua Sama Berharap Seperti Itu ..
      Dengan Mengungkap Kecurangan Yang Sebenarnya Dari Mereka – Mereka Yang Selalu Berteriak Tentang Kecurangan Akan Menjadi Hal Yang Memalukan Mungkin ..
      Namun Itulah Yang Terbaik Bagi Rakyat TTU Ini ..
      Setidaknya Meski Tidak Sampai Menyeret The Big Boss, Namun Membuat Jera Perlakuan – Perlakuan Seperti Dalam Cerita Korban Diatas ..
      Kalau Semutnya Tertangkap Juga Bagaimana Bung Hasan??? ..:D

      Balas

  9. Posted by Kremos on 31 Oktober 2010 at 10:04

    ha ha ha, lucu skali membacanya. manis memang hebat, cuma kalo ktahuan sperti ini kan jadi asem. tlg diusut smpai tuntas, jgn dibiarkan brlarut, hukum plakunya. jgn cuma ditonton sja kcurangan pmilu, panwas jgan diharapkan, gaya mreka seperti tenaga honor harian lepas saja, dana kampanye mreka tny skarang, wkt tahapannya mreka kampanye dengan paket yg mana? memalukan sekali, tertawa lagi akh, ho ho ho

    Balas

    • Ha Ha ..
      Bisa Saja Bung Kremos ..
      Namun Saya Juga Sependapat Dengan Bung Kremos, Agar Setiap Kasus Ini Diusut Sampai Tuntas ..
      Jangan Dimentahkan Selalu Dengan Mengajukan Dalil – Dalil Yang Sama Sekali Tidak Relevan ..
      Mending Menjadi Orang Bodoh Sekalian Ketimbang Berpura – Pura Bodoh ..
      Jadi Eneg Rasanya Menonton Komedi – Komedi Bertajuk Hukum Di Timor Tengah Utara Ini ..

      Balas

  10. Posted by Manu on 31 Oktober 2010 at 18:14

    Usut trus smpe tuntas. Salut buat shinta

    Balas

    • Semua Berharap Seperti Itu Adanya ..
      Penelusuran Lebih Lanjut Kasus Ini Akan Membuat Kemajuan Tersendiri Dalam Pengembangan Kemungkinan Kecurangan – Kecurangan Lain Akan Berani Dilaporkan Lagi ..
      Kita Serahkan Saja Kepada Yang Berwenang Menanganinya ..

      Balas

  11. Ditunggu laporan selanjutnya perihal perkembangan pembangunan bumi BIINMAFO. Wassalam! >> aklahat.wordpress.com

    Balas

  12. Posted by Nancy on 4 Februari 2011 at 10:13

    waduhhhh….
    payah nih, gak bersaing secara sehat…..
    kalo kayag gini gimana BIINMAFO bisa berkembang dan maju kalo calon2 pemimpinnya seperti ini….. gag sportif bangetttt…..

    tapi yahhhh,, sekarang keadilan dah ditegakkan…
    DUBES dah menang PILKADA…

    Cayoooo DUBES,,, semoga sukses eah dalam memimpin BIINMAFO… ^^

    Balas

    • Emang Agak Riskan Juga Sih Ngebayangin Hal Yang Seperti Itu ..
      Biar Gimana Pun Juga TUHAN Maha Adil ..
      Sudah Waktunya Timor Tengah Utara Ada Perubahan ..
      PILKADA Adalah Ajang Mencari Pemimpin Yang Berbakat Memimpin ..
      Ga Asyik Banget Kan Milih Pemimpin Yang Cuma Jago Mimpi Doang ..
      Thank’s Buat Apresiasinya ..

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: